Teknologi Saringan Keramik Sabet Juara Inotek Award

detail berita

Jakarta – Acara Forum Inovasi Teknologi (Inotek) menghadirkan berbagai macam produk teknologi besutan para inovator-inovator lokal. Pada perhelatan tersebut, terdapat Inotek Award atau penghargaan terhadap karya inovatif, yang berhasil disabet oleh Yayasan Tirta Indonesia Mandiri dengan teknologi saringan keramik, Tirta Cupumanik (TCM).
Risyana S, selaku pendiri sekaligus ketua umum Yayasan Tirta Indonesia Mandiri berhak membawa pulang penghargaan (plakat), yang diserahkan langsung oleh Ilham Habibie (Dewan Pembina Inotek) di Jakarta, Minggu (21/10/2012).

Risyana mengungkapkan, teknologi saringan keramik ini telah ada sejak lama, bahkan beberapa puluh tahun lalu telah dibuat. Hanya saja, ia menegaskan bahwa produk inovatif yang dikembangkannya merupakan produk yang murah dan bisa diciptakan oleh siapapun, yang serius menggelutinya.

“Teknologi ini menyaring air mentah, menjadi air minum. Kapasitas tampung 8 liter, kecepatan aliran 3,5 liter per jam,” kata Risyana kepada Okezone.

Ia menjelaskan, bahan-bahan saringan keramik ini seperti lempung serta sekam padi, kemudian dibakar selama 8 jam pada suhu di atas 900 derajat celcius. “Ini bisa menyaring bakteri, sehingga virus hilang. Untuk perawatan mudah, yakni satu atau dua bulan tinggal dibersihkan bagian penyaringnya,” jelasnya.

Ia mengatakan, produk TCM yang dibanderol Rp 250 ribu ini ramah lingkungan dan bisa dipesan di daerah Pejompongan, Jakarta. Sehingga, terjangkau untuk seluruh kalangan masyarakat.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam sehari bisa diproduksi 30 unit TCM. Selain itu, bahan mudah didapat dengan memanfaatkan sekam padi sisa penggilingan beras yang tidak terpakai.

Keunggulan TCM antara lain, mengurangi konsumsi bahan bakar karena air tidak perlu lagi direbus. Meningkatkan ketersediaan air bersih yang layak minum sesuai baku mutu dengan harga yang lebih terjangkau (hampir 50 kali lebih murah dibandingkan dengan harga air kemasan).

Selain itu, TCM juga tahan lama dengan masa pakai sampai 3 tahun. Elemen saringan terdiri dari pot keramik yang ditempatkan pada wadah penampung dengan keran dan tutup.

Air diolah dengan cara dibiarkan meresap melalui dinding pot, yang menghasilkan air yang sehat untuk diminum. Untuk mencegah tumbuhnya bakteri, saringan keramik diberi lapisan perak nitrat.

Saringan keramik sudah dikenal sejak hampir 200 tahun yang lalu. Saringan keramik pertama diproduksi oleh Henry Doulton pada 1827, yang melakukan pengembangan untuk menghilangkan bakteri dari air minum. (adl)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s